WAN's THOUGHT

Pengalaman Mendaftar sebagai Software Engineer di Tokopedia

Dec 25, 2017 | 3 mins read | Wanda Ichsanul Isra

Setelah resmi lulus dari Luciano’s 4th batch Refactory dan bekerja part time selama 2 bulan di Roketin (salah satu bootstraping startup Bandung), akhirnya saya mendapatkan kesempatan untuk ikut proses hiring dengan salah satu partner Refactory yaitu Tokopedia. Salah satu pengalaman terbaik dalam hidup dan karir saya yang sudah seharusnya diabadikan dalam bentuk tulisan.

Saat itu, Refactory mendaftarkan diri saya sebagai software engineer kepada pihak Tokopedia. Tentunya, ada banyak sekali penerimaan divisi lainnya untuk tim technology ini jika dilihat pada halaman career Tokopedia.

Secara umum, ada 2 tahapan yang harus saya lalui saat mengikuti proses hiring ini. Berikut detail dari kedua tahapan tersebut.

1. Online Coding Test

As expected, tes pertama adalah online coding test. Saat itu, pihak Tokopedia menggunakan salah satu platform tes online yang bernama Codility. Platform yang secara garis besar mirip dengan HackerRank, namun memiliki fitur tambahan seperti code analysis, recording, dan reporting. Sejujurnya, saya belum pernah mengetahui adanya keberadaan dari platform canggih ini sebelumnya.

Sebelum mengikuti tes, pihak Tokopedia akan mengirimkan email yang berisi tautan untuk mengerjakan tes ini. Rincian dari email tersebut dapat dilihat pada snapshot berikut.

Tes ini berisi 5 soal dengan rincian: 1 soal upload resume terbaru, 1 soal code debugging, 1 soal SQL (Structured Query Language), dan 2 soal full coding algoritma dengan durasi waktu 3 jam. Dengan batasan durasi tersebut, 1 soal dapat dikerjakan selama ± 45 menit. Ketiga soal coding (2 soal full coding & code debugging) ini dapat dikerjakan dengan bahasa pemrograman apapun yang di-support oleh Codility.

Jika berhasil lulus pada tahapan ini, pihak Tokopedia akan kembali memberi kabar via email terkait kelulusan beserta invitation untuk interview lanjutan. Alhamdulillah, saya lulus untuk tes pertama ini. Yes, one step closer!

2. Technical Interview

Pada tahapan ini, saya memilih untuk interview secara langsung di kantornya Tokopedia meskipun infonya interview ini dapat dilakukan secara online. Berangkat dari Bandung pukul 04.00 pagi dan tiba di Jakarta pukul 08.30 pagi. Membutuhkan waktu selama ± 4.5 jam perjalanan jika menggunakan angkutan darat mobil (travel). Seharusnya bisa tiba lebih awal jika jalanan tidak dalam keadaan macet.

Setibanya di Tokopedia tower lantai dasar, saya harus menukarkan KTP (Kartu Tanda Penduduk) dengan ID card pengunjung agar bisa mengakses lantai tujuan yaitu lantai 45. Saat tiba di lantai 45, saya merasa kagum melihat isi kantor dengan jumlah employee yang ramai disertai dengan interior dominan berwarna hijau yang cukup fresh dipandang mata. Terbesit di hati saya, sepertinya akan sangat nyaman dan menyenangkan bekerja di kantor ini. Kemudian, saya harus mengisi beberapa survey forms terkait tujuan dari kunjungan dan menunggu beberapa saat hingga dipanggil untuk mengikuti interview yang ternyata dilakukan di lantai berbeda yaitu lantai 47.

Saat itu, saya di-interview oleh engineering manager dari Tokopedia yaitu Budiyanto Harliwong. Perkenalan dan tanya jawab terkait kegiatan sehari-hari saya pun berlangsung, hingga tiba dimana saat pertanyaan terkait coding/algorithm disuguhkan. Ada 2 total pertanyaan terkait coding/algorithm ini dimana kita harus bisa menulis (boleh menggunakan bahasa pemrograman apapun/pseudo code) & menjelaskan code yang ditulis hanya dengan menggunakan spidol dan meja kaca saja. Sepengetahuan saya, technical interview sejenis ini (whiteboard coding interview) sangat sering dilakukan oleh beberapa perusahaan besar baik di dalam maupun luar negri. Tujuannya tentu saja untuk melihat sejauh mana kemampuan plain coding dan pola berfikir dari kandidat. Setelah berlangsung selama ± 1 jam, akhirnya interview terselesaikan dengan lancar.

Berselang 1 hari setelah interview, saya mendapat kabar dari hiring team Refactory, bahwa saya lulus dan resmi di-hire oleh Tokopedia. Hooray. I’ll become one of the next Nakama soon!

Tips

1. Berlatih data structure & algorithm

Tentu saja hal ini merupakan suatu hal yang mutlak dilakukan jika ingin mendaftar sebagai software engineer di suatu perusahaan. Berlatih setiap harinya menggunakan platform populer seperti HackerRank, Codility, atau pun Leetcode.

2. Berlatih whiteboard coding

Jika sudah terbiasa menggunakan IDE/editor dengan fitur autocomplete, maka akan sedikit kesulitan saat menghadapi whiteboard coding interview. Karenanya, cobalah sesekali berlatih coding tanpa menggunakan computer sama sekali agar nantinya lebih percaya diri saat menghadapi whiteboard coding interview.

That’s it! Semoga bermanfaat.

Note: Rangkaian proses rekrutmen ini saya lalui pada December 2017. Tes dapat berubah atau berbeda di masa yang akan datang.